09 September 2012
Rencana ini berawal dari keinginanku untuk
kembali pergi memantai bersama teman-teman. Sudah dari sekitar 2 bulan lalu,
namun tak kunjung terealisasi. Hingga akhirnya rencana minggu ini pun hampir
gagal karena bertabrakan dengan beberapa agenda teman-teman. Untung saja
beberapa teman lainnya mau menggantikan mereka.
Tepatnya sekitar tanggal 5 September kami
berlima memutuskan untuk pergi ke Malang. Berdasarkan informasi dari kakak
sepupuku yang pernah ke pantai ini, katanya masih asli dan pasirnya pun bagus.
Kami pun berkeliling Malang dahulu baru keesokan harinya ke pantai ini.
Jaraknya sekitar 69 km dari Kota Malang,
perjalanan ditempuh sekitar 1,5-2 jam. Jalan yang ditempuh hampir sama dengan
jalan menuju Pantai Sendang Biru, Bajulmati, dan Balekambang. Hanya saja
berbeda belokan saat berada di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Kalau
dari Pantai Sendang Biru, mungkin jaraknya sekitar 6 km. Jalan yang ditempuh
tentu saja jalanan khas pegunungan yang naik turun dengan tikungan-tikungan
tajam mengawali petualangan kami sebelum sampai di pantai.
Saat ada pertigaan besar ada petunjuk arah
ke Pantai Sendang Biru lurus, sedangkan Pantai Goa China ke kanan. Saat itulah
pemandangan khas pegunungan yang naik turun mulai terlihat indah. Sesekali
memang dikejutkan dengan turunan yang tajam. Kata teman-teman seperti naik jet coaster yang mengocok isi perut. Nanti
di turunan terakhir ada tulisan kecil yang bertuliskan “Goa China 800 m”.
Jalanan masuk ini khas jalanan desa yang masih
terpencil. Dipenuhi batu dan kapur, untuk yeng berkendara motor harus sangat
berhati-hati karena beberapa batu agak tajam. Karena masih belum diaspal, masuk
menuju pantai jadi terasa lebih lama. Akan tetapi, nanti setelah mencapai bibir
pantai dan melihat keindahan khas laut selatan, semua lelah akan hilang dengan
sendirinya.
Pasir putih dengan sedikit rumah-rumah
keong yang telah hancur menjadi pemandangan tersendiri. Kemudian beberapa pulau
kecil juga melindungi besarnya ombak laut selatan. Di ujung sebelah kanan pun
ada petunjuk menuju Goa China yang menjadi sejarah nama pantai ini.
Bibir pantainya agak terpisah dengan karang
di laut. Dilumuri lumut hijau yang menambah keindahan air laut yang jernih,
serta ombak yang menantang ketika akan bermain air di pinggir pantai. Selain
itu, dari pantai ini pun dapat terlihat Pulau Sempu yang tertutup pohon-pohon
hijau.